SURAT TAK DIKIRIMKAN

Posted: 27 Maret 2010 in another

SURAT TAK DIKIRIMKAN

aku hanyutkan surat-surat hitam yang kau tulis dalam pikiranmu.

kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.

tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.

kurasakan penderitaan panjang.

betapa hangat dalam perih dan sekapan.

tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.

bacalah kembali kata demi kata.

kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,

dan gerimis di dalam mata sendiri.

kenangan menjelma perjalanan jauh

:dari abad ke abad

aku hanyutkan, sayang.

aku hanyutkan dalam muara sungai batinmu.

ia gemericik dalam jauh.

sampai perpisahan menjelma madu

:manis dalam kalbu

lalu pergilah (dalam duka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s